Friday, February 2, 2018

Daily Blog : winter and loss in north Vietnam

Winter and Loss.
Musim dingin dan kehilangan adalah dua makna yang baru saja terjadi pada si penulis ganteng ala Dilan ini. Kisah klasik perjalanan ke Utara Vietnam benar-benar memberikan pengalaman berharga sekaligus menyedihkan hingga membekas di sanubari Milea.

Akhir January adalah pilihan yang 'buruk' buat para traveler yang akan berpergian ke bagian utara Vietnam. Seperti kita ketahui, bahwa ada beberapa kawasan / Province Vietnam yang memiliki jenis musim yang berbeda dengan kebanyakan daerah lainnya. Di Hanoi dan bagian area utara lainnya (Tuyen Quang, Thi Nguyen, Ha Giang, dsb) adalah kawasan yang tidak bersahabat buat para manusia bergenre musim panas. Bagaimana tidak, di Winter pun, suhunya bisa mencapai 7-10 derajat celcius. Malah penulis mendapat kabar bahwa di Sa Pa (Provinsi Lao Cai) saat ini terbentang salju. Untuk menuju ke Sa Pa butuh perjalanan darat sekitar 6 jam dari Tuyen Quang. Daerah ini terdapat di perbatasan antara Vietnam utara dan China. 

Kebetulan kala itu, suhunya 'hanya' 9 derajat, jadi si penulis masih tak gentar dalam menjalani pekerjaan yang dilakoni. Kegiatan bekerja yang lebih banyak outdoor ini ternyata memerlukan tantangan yang sangat besar buat penulis. 3 kaos oblong plus 1 kemeja plus satu jaket tipis plus 2 kaos kaki dan tentu saja celana panjang tetap saja tertembus oleh dinginnya angin dari utara ini. Penulis bahkan selama 3 hari di kawasan tersebut tidak mandi (hanya cuci muka dan gosok gigi). Melangkahkan kaki ke lantai hotel adalah sebuah 'langkah berat' yang harus dilalui 😅.

Dinginnya cuaca, membuat pihak klien (lokal) merasa iba dengan kelakuan random dari penulis 😆. Mr. Chinh (sang bos lokal) berinisiatif mengajak ke sebuah tempat pemandian air hangat di daerah Tuyen Quang dengan tempuh perjalanan darat sekitar 30 menit. Ternyata tempat tersebut tidak seperti yang dibayangkan. Bukan kolam air hangat (seperti yang ada di bayangan penulis), melainkan terdapat beberapa kamar mandi (isi bathup) yang sudah tersedia air hangat dari pegunungan. Jadi istilahnya mandi secara sendiri-sendiri (self service 😅). Di ketentuan sie tertera bahwa setiap orang maksimal di air hangat sekitar 20-30 menit saja (mengingat dampak dari air hangat jika terlalu lama). Penulis pun hanya leyeh-leyeh di bathup hingga 30 menit tak terasa untuk dilupakan.

Untuk urusan makan, 'Kuah panas' adalah sajian utama di musim winter ini. Banyak rumah makan yang rata-rata menyediakan komposisi yang sama, yaitu sebuah meja kecil segi empat yang dihiasi kompor elektrik plus panci berisi daging, sayur, jamur bahkan ada mie instan. Perpaduan tersebut haruslah lengkap dengan ditemani sebuah bir lokal ala Tuyen Quang. Penulis sudah eneg makan kayak beginian selama 3 hari.  Dari segi rasa mungkin bisa dibilang standard dan tidak terlalu istimewa. 

after battle 
Hari ke-empat, penulis beserta tim rombongan beranjak pergi dari Tuyen Quang menuju ke arah Hanoi. Perjalanan yang dibutuhkan adalah sekitar 3 jam menggunakan mobil. Percuma juga mengharapkan cuaca akan lebih bersahabat, justru sama saja dan bahkan kadang-kadang bisa lebih dingin di malam hari. Saat ini, di Vietnam sedang bersiap-siap menuju Lunar New Year atau bisa dibilang tahun baru cina versi Vietnam. Sebelum Lunar, ada sebuah hari raya bernama Tet yang merupakan salah satu rentetan kegiatan dari New Year tersebut dan mulai berlangsung di awal February (Akhir January). Dalam menyambut Tet, di seputaran Hanoi banyak bertebaran para pedagang yang menjual beragam bunga (penulis hanya tau Sakura Vietnam). Menurut informasi dari translator, setiap province itu berbeda warna bunganya, kalau di Hanoi dominan warna kuning. Yang lebih menarik adalah selama Lunar New Year, semua perusahaan (swasta dan pemerintah), serta sekolah meliburkan diri selama kurang lebih 14 hari. Hal ini tentu menyenangkan buat para penduduk Vietnam dimana mereka bisa merayakan hari raya sambil pulang kampung dan berlibur dalam waktu yang cukup lama. 

Loss
Yup, salah satu kejadian apes dialami penulis adalah ketika tiba di Hanoi setelah 3 jam perjalanan. Dompet dan uang yang sudah ditaruh di tas gendong tiba-tiba raib. Kejadiannya adalah ketika turun dari mobil dan menyebrang menuju hotel. Semua amunisi selama di Vietnam plus kartu-kartu penting dari Indonesia hilang ditelan bumi Hanoi. Meski sudah dicari ke sekitar dan melapor ke polisi tetap saja membuat shock dan lemes pikiran si penulis. Beruntung salah satu team bernama Mr. Tam siap membantu akomodasi hingga pulang ke Indonesia nanti. Beliau sangat iklas dan paham bahwa kesialan dan kehilangan bisa terjadi di mana saja selama traveling. Apalagi ketika berpergian ke luar negeri. Thanks my friend, I will remember your kindness to me while in Hanoi.

Mr. Tran Minh Tam, si penyelamat jiwa dan raga 😀
Mr. Tam ini orangnya cukup unik. Meski tidak terlalu lancar dalam berbahasa Inggris tapi selalu aktratif dan siap membantu siapa saja yang membutuhkan. Penulis sangat beruntung bisa berpartner dengan mas translator pemegang Iphone X ini. (sambil berharap dikasi hibahan Iphone nya yg lain). 

1 February 2018, penulis sudah berpindah lokasi. Dari musim winter (Hanoi) menuju ke musim Summer (Ho Chi Minh). Perubahan cuaca yang sangat drastis ini sangatlah rawan buat para traveler yang memiliki kondisi tubuh yang masih tidak stabil. Beruntung buat penulis, meski kondisi psikis yang buruk (akibat uang hilang) akan tetapi badan masih tetap fresh dalam menjalani hari selanjutnya. Ho Chi Minh City atau lebih dikenal dengan Saigon adalah kota kedua terbesar di Vietnam. Dengan mengambil nama dari salah satu pendirinya (Ho Chi Minh), kota ini menjelma menjadi kota yang super sibuk dan super macet di mana-mana. Jam berangkat dan pulang kantor adalah waktu terburuk buat para manusia disini, dimana semua jenis kendaraan tumpah ruah di pusat-pusat kota. Mr. Tam sendiri biasanya malah pulang jam 9 atau10 malam, demi menghindari kemacetan di jam-jam sore alias pulang kantor. 
Oya, yang unik di Saigon (atau bahkan di seluruh dunia) adalah baru-baru ini ada promo menarik dari Starbucks, dimana terdapat promo murah untuk produk tertentu. Penulis kurang paham minuman apa yang dihargai sangat murah, akan tetapi ketika mencoba ke Starbucks malam ini terlihat antrean yang super panjang demi menikmati segelas minuman.

Promo 50K VND buat produk tertentu
Denger-denger di Indonesia juga ada promo yaitu sekitar 29K IDR untuk produk tertentu. Jadi, gak usah jauh-jauh ke Indo deh, mending disini (Saigon) aja udh dapat diskon 😀.

Oks, Sekian dulu lah. Daily blog ini adalah pencampuran dari hari kedua hingga menjelang hari kelima di Vietnam. Penulis saat ini sedang miskin karena uang hilang, jadi buat yang merasa iba, bisa mengirimkan sebagian rejekinya kepada penulis via Western Union. 
Sampai Jumpa di blog selanjutnya yaa. 

No comments:

Post a Comment

Daily Blog : short journey in Taipei

Taiwan.. Pertama kali yang terdengar ketika mendengar kata sebuah negara 'Taiwan' adalah sebuah grup idol ternama F4 dan Meteor G...