Jumat 02 February 2018 yang tidak terlalu panas adalah waktu yang tepat untuk mengeksplore sedikit tempat wisata di kawasan Ho Chi Minh City. Cuaca dan suhu dilaporkan hanya sekitar 24 derajat celcius serta matahari yang masih malu-malu di balik awan. Sebuah gambaran yang pas buat penulis untuk sedikit melangkahkan kakinya keluar dari hotel setelah lelah bekerja di depan laptop selama setengah hari ini.
Kegiatan hari ini mesti dilakukan dengan berjalan kaki. Menurut sebuah penelitian dan informasi kesehatan, semakin kita sering jalan kaki maka bisa mendapatkan banyak manfaat yang berguna buat badan kita. Selain bisa memperkuat jantung, menurunkan risiko terkena penyakit serta mencegah osteoporosis juga berguna untuk kesehatan dompet. Uang buat perjalanan bisa kalian gunakan untuk keperluan lainnya, misalnya buat beli air mineral (haus jalan jauh), beli jas hujan (jika hujan dijalan) atau beli cilok (jika lapar di jalan) 😀
Patokan langkahnya adalah berawal dari area Bui Vien dimana saat ini merupakan area tinggal si penulis. Bui Vien bisa dibilang sorganya para backpaker yang ingin mendapatkan penginapan murah dan padat keramaian (mirip Popies atau Legian).
| papan petunjuk biar gak bingung nyarinya |
Dari Bui Vien sekitar jam 12 siang dan dengan modal jalan kaki (asumsi si penulis lagi miskin) maka kita bisa meraih beberapa spot ternama yang sangat familiar di daerah Ho Chi Minh City. Informasi ini adalah versi penulis, jadi buat kalian yang ada info tambahan monggo untuk bisa dibantu di kolom komentar.
Ben Thanh Market
Nah, pasar ini sangatlah terkenal di kalangan pemburu pernak pernik ala Vietnam. Di sini kita bisa mendapatkan berbagai macam barang sebagai souvenir, seperti misalnya baju, kain, tas, dompet, jam, mainan, dsb. Untuk menuju ke sini, kalian cukup berjalan kaki menuju ke arah barat jalan Le Loi. Tinggal jalan lurus saja maka tibalah di tempat tujuan. Lebih simplenya sie bisa pake Google Maps. Cuman sayangnya adalah di Ben Thanh jam tutupnya hanya sampai jam 7 malam. Jadi buat kalian yang ingin berburu bisa datang sekitar jam 9 atau 10 pagi. Oya, disini juga tentunya kalian bisa tawar menawar (rata-rata dengan VND) dan ada beberapa penjual yang bisa bahasa melayu atau Indonesia disini.
Ho Chi Minh City Museum
Puas berbelanja (penulis gak belanja !!) , kalian bisa jalan kaki menuju Ho Chi Minh City museum. Perjalanan yang ditempuh adalah sekitar kurang lebih 8 menit. Disini kalian bisa menemukan sejarah dari Vietnam secara keseluruhan. Bisa dibilang museum ini sangat basic dan standard dari segi penataan ruangan dan informasi yang ditampilkan. Tiket masuk sepertinya kira-kira 50K VND (mohon dikoreksi jika salah). Untuk arah, kalian bisa melihatnya di Google Maps.
Independence Palace
Jika masih kurang puas dengan sejarah Vietnam dan Ho Chi Minh, kalian masih bisa melangkah ke arah tenggara dari museum ini. Istana kemerdekaan ini adalah salah satu simbol lahirnya negara Vietnam dengan ditandai jebolnya pagar istana oleh beberapa tank dari pihak komunis Vietnam Utara. Tanggal 30 April 1975 diperingati sebagai hari lahirnya / reunifikasi antara blok utara dengan blok selatan. Pembahasan mengenai Istana ini akan disajikan di blog terpisah (semoga tidak lupa). Nah untuk masuk kesini dibagi 2 sesi (pagi dan siang). Untuk siang start dari jam 1 hingga jam 4 sore. Tiket masuk seharga 40K VND sangatlah sepadan buat kalian yang ingin mengetahui lebih detail mengenai Istana ini.
| masih kotor di depan, kemungkinan abis ada acara |
Ho Chi Minh Statue
Jika sudah bosan dengan sejarah, kalian bisa melakukan aktivitas foto-foto yang historyable di patung mantan president Ho Chi Minh atau di Ho Chi Minh Hall. Letaknya sie gak jauh dari Museum, mungkin kira-kira 8 menit jalan kaki maka kalian sudah sampai. Untuk Hall nya, penulis belum paham apakah pengunjung bisa masuk atau tidak. Tapi di patung yang terletak di depan adalah spot yang menarik untuk difoto (baik sendiri maupun rame-rame).
| Ho Chi Minh Hall |
| Patung Pak Presiden |
Notre-Dame Cathedral Basilica of Saigon
Tujuan menarik lainnya adalah salah satu gereja terbesar di Ho Chi Minh City. Gereja ini dibangun pada masa pendudukan Prancis dan dibangun antara tahun 1863 dan 1880. Lokasinya sangatlah berdekatan dengan Independence Palace (jalan kaki sekitar 5 menit). Untuk penampakannya sangatlah besar dan terdapat sebuah patung Bunda Maria di depan gereja. FYI, di tahun 2005 sempat terjadi kehebohan dimana dilaporkan patung tersebut mengeluarkan air mata !! meski pihak gereja meragukan hal tersebut. Saat ini, kondisi gereja masih dalam renovasi dan akan selesai kira-kira tahun 2019. Jadi para pengunjung tidak bisa masuk ke dalam dan hanya diperbolehkan untuk berfoto di area luar.
| penampakan gereja yang masih tahap renovasi |
Saigon Central Post Office
Puas berfoto 3 menit, lanjut ke area sebelahnya yang bernama Kantor Post. Yup, kantor ini sangatlah terkenal dan banyak pengunjung yang mampir kesini. Kantor post ini dibangun antara tahun 1886 dan 1891 pada masa pendudukan Prancis kala itu. Untuk urusan design, dipercayakan kepada Alfred Foulhoux. Tentu saja dulunya tempat ini sangatlah penting dalam dunia komunikasi jarak jauh dimana masih belum mengenal yang namanya telepon. Surat menyurat ke berbagai negara dan dalam negeri adalah salah satu jaringan yang paling kece di jamannya. Kartu pos beserta perangko dijual dengan harga yang terjangkau di dalam kantor pos tersebut. Kita bisa membeli dan mengirimkan langsung sesuai dengan tujuan yang dinginkan. Selain jadi tempat kirim mengirim surat, di sini kita juga bisa temui beberapa toko yang menjual souvenir-souvenir ala Vietnam (kaos, gantungan kunci, tempelan kulkas, kopi, dll) serta bisa berfoto-foto ria.
| Bagian dalam kantor pos dengan lukisan Ho Chi Minh |
Capek melangkah hingga menjelang malam, penulis merasa bahwa air segar adalah tujuan yang tepat untuk menghilangkan rasa dahaga di leher pria Indonesia ini. Phuc Long adalah pilihan yang tepat untuk menyegarkan jiwa dan raga. Phuc Long sendiri adalah sebuah tempat minum yang recommend dengan berbagai rasa yang menarik di lidah. Kita bahkan bisa dengan mudah menjumpai store nya di beberapa lokasi dan cukup bersaing dengan Highland atau Starbucks. Menu yang ditawarkan adalah Teh meski ada beberapa menu berupa kopi. Bisa dibilang, Phuc Long lebih fokus di area per-teh-an. Untuk urusan ini, penulis merekomendasikan Milk Tea atau Lemon Black Tea. Akan tetapi kembali untuk urusan rasa adalah masalah personal yang tidak bisa dipaksakan.
| Lemon Black Tea (medim size) 28K VND alias 16K an IDR |
Penulis merasa waktu yang dihabiskan di setengah hari jumat ini sangatlah bermanfaat, murah dan segar. Selain tidak perlu keluar uang banyak, juga bisa membuat keluar banyak lemak dan kolesterol jahat yang melanda. Mungkin kalian bertanya-tanya, kok gak ada cerita mengenai makannya? untuk urusan ini gak usah diceritain mengingat penulis saat ini sedang dalam keadaan miskin dan berharap bisa pulang cepat ke Indonesia 😅.
Enam tempat wisata yang ditampilkan di atas adalah pilihan yang tepat buat kalian untuk menjelajah sebuah kota penuh cerita ini. Mohon maaf jika ada kesalahan informasi yang disampaikan mengingat penulis hanyalah manusia biasa yang biasa membuat kesalahan biasa. Jika ada masukan mengenai informasi tempat-tempat di atas, bisa langsung koment aja. Dan jika masih kurang puas, silahkan tanya ke Bu Google ya.
Sekian dulu perjumpaan kali ini. Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat, bermanfaat dan bermanfaat.
PS : semua foto adalah milik pribadi penulis dan menggunakan smartphone sederhana
No comments:
Post a Comment