Saturday, January 13, 2018

Horizon Zero Dawn (Review) : keindahan tanpa batas

Tak ada yang bisa dipungkiri bahwa 2017 adalah tahunnya Guerilla Games. Sebuah kerjasama dan tantangan dari SONY membuat developer eksklusif tersebut berhasil menuntaskan sebuah mahakarya berjudul Horizon Zero Dawn. 


Di era tahun 2004, Guerilla Games yang berdomisili di Amsterdam sendiri sempat membuat gebrakan di konsol Playstation 2 dengan Killzone, lalu berlanjut di tahun 2009 dan 2011 dengan judul yang sama tapi seri yang berbeda (Killzone 2 & 3). 2013 pun akhirnya meluncurkan Killzone Shadow Fall di generasi Playstation 4. PSP (Playstation Portable) tak ketinggalan mendapatkan game ini di tahun 2006 dengan judul Killzone : Liberation. 

Walhasil, sebelum era Horizon, jika seorang gamer mendengar Guerilla Games maka yang terbayang adalah serial Killzone yang mendunia 

Oke, kembali ke topik utama. 
Setelah kesuksesan Killzone, Guerilla akhirnya mendapat kepercayaan dari SONY untuk membuat sebuah game yang berbeda dari biasanya. SONY sendiri memberikan kebebasan yang utuh dan kreatif kepada Guerilla untuk mengembangkan sebuah game baru dengan karya orisinil.  
Saya sempat terpukau ketika menonton sebuah trailer game ini di sebuah acara E3 2015 (tentu saja nonton di Utube, bukan datang langsung yaa...). Cukup satu kata ketika menonton trailernya.
FANTASTIS.


Tahun demi tahun pun berlalu, akhirnya di February 2017, SONY akhirnya merilis game ini. Seluruh penikmat game yang sudah terpukau dengan aksi manis seorang gadis dengan tusukan-tusukan maut menghujam mesin dinosaurus pun akhirnya bisa mencicipi. Oya, game ini hanya rilis di PS4 lo, jadi buat Xbox, PC dan konsol-konsol lainnya hanya bisa gigit jempol.




Kisah dari game ini bermula dari sebuah petualangan seorang gadis manis bernama Aloy dalam mengarungi kerasnya kehidupan di jaman itu. 
Si cilik Aloy tidak punya Ibu. Untuk sebuah suku, jika tidak punya Ibu maka harus keluar dari kelompok dan terasingkan. Aloy sendiri diasuh oleh bapak Rost. Sebagai seorang wali tunggal, Rost mengajarkan banyak hal kepada Aloy, mulai dari berburu (disini maksudnya berburu Machine), bertahan hidup dan berlatih layaknya seorang pejuang. Aloy sendiri menemukan sebuah alat yang bernama Focus. Alat ini berguna untuk melihat keadaan sekitar yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, juga bisa melihat posisi dan kelemahan Machine sehingga memudahkan untuk bertarung. Bersama Focus dan beberapa weapon yang digunakan, Aloy bertualang mencari sebuah kebenaran dan kenyataan dari dunia Horizon Zero Dawn. Bagaimana bisa sebuah peradaban kuno hidup berdampingan dengan beberapa alat-alat canggih nan modern?  dan bagaimana asal-usul Aloy hingga bisa terlahir di dunia tersebut? hmmm... 


(Sekilat Info, Machine adalah sebuah istilah untuk robot-robot berbentuk binatang yang hidup berdampingan dengan manusia, kadangkala ada machine yang bersahabat atau mengganggu). 


mbak Aloy dengan Focus (telinga kanan)




mbak Aloy, wajahnya mulus. Mungkin pake perawatan SKII jadinya kinclong
Oke, 'Amateur Review' dimulai dari sini:
Dunia yang ditampilkan sangatlah luas, sehingga memungkinkan player untuk mengeksplore misi-misi sampingan atau membunuh beberapa machine. Konsep Open World menjadi salah satu senjata utama game ini. 


Selama permainan, kita lebih banyak dimanjakan oleh segarnya pemandangan pegunungan, jernihnya sungai, ademnya music soundtrack, supernya gaya bertarung melawan Machine, banyaknya misi sampingan hingga indahnya sistem crafting. Semua elemen bisa kita nikmati di game racikan Guerilla Games.

Sistem crafting sendiri sangatlah berguna buat kelangsungan hidup mbak Aloy. Semakin banyak kita menghancurkan Machine dan menyelesaikan berbagai macam misi sampingan maka kita bisa mengupgrade segala sisi, baik itu dari segi persenjataan, outfit dari Aloy maupun skill yang menentukan arah permainan. 


Dari segi fighting style, Horizon sangatlah menyejukkan tangan. Gerakan sangat luwes sehingga kita bisa mengatur senjata apakah menggunakan Spare (Tombak), Bow (Panah) atau yang lainnya. Selain itu selama bertarung, jika kita sudah kehabisan ammo, maka kita bisa langsung meng-crafting nya (dalam mode slow motion). Hal ini memudahkan si mbak buat bertarung. Persenjataan yang digunakan ada banyak pilihan yaitu bisa menggunakan panah (berbagai macam jenis), tombak, ketapel dan lain-lain.

Senjata favoritku jatuh pada pilihan Shadow Sharpshot Bow, salah satu ammo-nya ada bisa memisahkan beberapa part penting dari Machine. 

Aloy dengan Shadow Sharpshot Bow 

Aloy dengan Heavy Weapon

Sisi visual dari game ini sangatlah menonjol. Mungkin bisa dibilang terbaik lah setelah game lawas pendek nan gak jelas (The Order 1886) dan game mas ganteng Nathan Drake (Uncharted 4). Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa pemandangan alam yang sangat sangat sangat gila membuat player bisa meluangkan waktu sejenak buat photo shoot (dalam photo mode). Wajah mulus Aloy, jernihnya sungai atau keragaman gerak NPC adalah salah satu bukti nyata keberhasilan team Guerilla dalam meramu game ini

adegan manah mbak Aloy. panah aku mbak, panahhhh... 
Kehadiran para Machine di game ini juga menjadi point penting. Bagaimana tidak, dunia Horizon Zero Dawn digambarkan unik, dimana keberadaan mesin-mesin canggih bisa ada di peradaban manusia yang sangatlah terbelakang. Penggambarannya seperti dinosaurus tapi dalam bentuk mesin. Aneh ya, tapi unik juga. Ada versi T-Rex, versi Buaya, versi Burung bahkan ada yang versi aktif macam Velociraptor (bener gak tulisannya..)
Adegan pembunuhan Machine. 


Stroyline atau jalan cerita sangatlah berpengaruh dalam dunia game manapun. Meskipun graphisnya menonjol tapi jika tidak dibarengi dengan cerita yang mumpuni maka bisa menjadi bumerang buat keseluruhan game tersebut (seperti The Order 1886). Di Horizon, kita bisa mendapatkan nuansa cerita yang menyentuh dan sangat kuat dari awal hingga akhir. Dimulai dari perjuangan seorang Aloy menjadi pejuang yang terasingkan, meninggalnya bapak Rost sang pengasuh, pertemuan dengan si 'Ibu' Elizabeth Sobeck hingga pertarungan tahap terakhir melawan musuh yang kuat benar-benar menyatu dan serasa berada di dalam dunia Aloy. 

last battle yang seru

Sebuah kredit khusus patut diberikan kepada alunan musicnya. Acungan jempol dan applaus sambil berdiri saya dedikasikan kepada Joris de Man, The Flight dan Niels van der Leest sebagai komposer dan Julie Even sebagai penyumbang suara merdu. Gabungan mereka ternyata menghasilkan hasil yang sangat maksimal, sangat pas dengan kondisi Horizon Zero Dawn baik saat bertarung, berkelana ataupun saat opening act. 
Oya, VA (Voice Actress) dari Aloy sendiri diperankan oleh Mbak Ashley Burch. Dia sudah banyak mengisi suara beberapa nama yang familiar, macam Chloe Price (Life is Strange), Tiny Tina (Borderlands 2), Sasha Braus (Attack on Titan) atau sebagai Nadia (Rise of Tomb Rider). 


Di akhir 2017, Horizon Zero Dawn meraup banyak penghargaan dan masuk beberapa nominasi, seperti Best PS4 games (IGN), nominasi Game of The Year (The Game Awards), Best Gaming Peformance of Ashley Burch (Golden Joystick Award), dan masih banyak lagi. (Sisanya bisa liat di Wikipedia)



Overall, Guerilla Games menjadi salah satu developer terbaik yang bisa menghadirkan game-game berkelas di masa mendatang, mungkin bisa menyaingi Naughty Dog selama beberapa tahun.  SONY harus benar-benar jeli dalam memanfaatkan segala resourcesnya sehingga bisa membuat para gamers untuk terus bersama dengan Playstation 4 dan tidak berpindah ke lain console. 



ketika berhasil menamatkan game ini 😅


Horizon Zero Dawn adalah jawaban, sebuah keindahan tanpa batas.






Note : semua gambar di atas hasil screenshot PS4 slim yang belinya cash di PSE Enterprise 😅


Tuesday, January 2, 2018

When I was in Japan

Setiap individu pastilah mempunyai impian berkelana ke 1 atau 2 negara yang ingin dikunjungi. Gak hanya muter-muter di kawasan domestik tapi juga ingin ke negara di kawasan Asia, Eropa, Amerika bahkan di area kutub sekalipun.

Dikarenakan diriku sudah ber-afiliasi dengan segala sesuatu berbau Anime, Manga, Cosplay semenjak jaman batu maka negara yang sudah pasti ingin dilihat adalah Nigeria.👤 hahahaha...
bukan lah, yang bener adalah JAPAN

Sebagai negara penghasil seorang jenius berkacamata yang gak mau gede2 ampe sekarang, seekor kucing berkumis, seorang anak yang tangkas dan juga pemberani, dan lain-lain, Jepang menghadirkan banyak momen menarik serta pengalaman unik yang tak terlupakan. Berikut adalah beberapa hal menarik yang aku temui di Jepang. Harap diingat, ini adalah perjalanan sekitar tahun 2015 dimana mungkin ada beberapa perbedaan dengan tahun sekarang. Mungkin juga overall masih sama.


  • Udara dan pemandangan yang segar.
Entah itu pagi, siang bahkan malam, momen 'fresh air' and 'fresh view' selalu mengena hingga saat ini. Meski berada di area padat nan ruwet macam Tokyo, sensasi ini merasuk hingga ke jiwa raga (alaahhh, apaan sie.. wkwkw). Pokoknya serasa di daerah pegunungan. Saat itu, selain di Tokyo, diriku juga berkelana ke perfektur Fukui
liat ini aja udah adem


  • Bersih dimana-mana
Ini adalah salah satu 'hal wajar' di hampir semua area Jepang. Selama berkeliling Tokyo dan Fukui, belum satu pun menemukan sampah-sampah berserakan entah itu di pinggir jalan maupun di restoran. Di tempat makan pun, kita diwajibkan untuk membawa tray makanan sendiri ke area cuci sehingga pengunjung selanjutnya merasa terbantu dengan bersihnya meja. 

Ini adalah got versi Jepang. Airnya jernih serasa ingin meminumnya langsung 😛

  • Surganya Otaku dan Wibu
Yup, buat kalian-kalian penggemar garis keras anime, manga, cosplay, Jepang adalah pilihan wajib yang harus dikunjungi. Lokasinya tentu saja di Akihabara. Banyak hal yang bisa dilihat mulai dari toko-toko Manga, Action figure beragam model, beraneka ragam gadget / alat elektronik, restoran gaul ala2 anak muda hingga AKB48 cafe !!!

area wajib buat nyari AKB48 

  • Gundam raksasa tenyata besar
Yang ini gak usah dijelaskan panjang lebar, cukup gambar yang berbicara 😉. Buat penggemar Gundam, ada si mbah RX-78 yang dibuat secara titan. Saat ini si mbah sudah diganti sama gundam versi lain.

tampang belakang aja gagah

  • Takeshita Dori yang sesak
Terletak di area Harajuku, tempat ini menawarkan berbagai macam pilihan pernak-pernik ala Jepang plus beberapa snack unik. Selain itu jika beruntung dan cuaca sedang bagus kita juga bisa melihat para anak-anak muda Jepang berpakaian unik (macam cosplay) atau dengan model-model yang jarang kita temui. Semua hal tersebut membuat area ini sesak dan mesti berjalan agak lambat (khususnya ketika weekend)

ramai coy
  • Kereta yang tepat waktu
Ruwet dan stress nya saat membaca peta jalur kereta (untuk yang pertama kali ke Jepang) akan hilang begitu saja ketika mengetahui bahwa kereta yang akan ditumpangi tepat waktu. Momen ini bisa dibilang langka (mungkin buat sebagian besar orang Indonesia) mengingat 'Telat' adalah hal wajar dalam transportasi di tanah air. Salut dah buat orang-orang Jepang yang mampu menghadirkan momen indah ini.. hahaha

mesin tiket kereta dan peta jalur Tokyo
  • Anak sekolah naik sepeda !!!
Yup ini adalah hal yang unik buat diriku. Di jaman sekarang di negeri tercinta ini, sebagian murid-murid (baik itu SMP atau SMA) di kota-kota besar menggunakan sepeda motor / mobil. Akan tetapi disana, kita masih bisa melihat para Ikemen dan gadis-gadis kawai menaiki sepeda. 

kring kring kawaiii nee 😅

  • Uniknya Kapsul Hotel
Buat yang ingin merasakan momen terindah mendengarkan suara langkah kaki, mencium bau kentut merasakan getaran ngorok tetangga, tontonan JAV di tv kapsul dan mandi telanjang bersama -sama maka kapsul hotel adalah jawabannya. Hahahaha. Penggambaran tersebut adalah real dan sudah aku rasakan sendiri. Tapi kalian bisa mencari kapsul hotel lainnya yang lebih bagus tapi dengan harga yang lumayan. Info lengkapnya bisa diubek-ubek di booking.com atau agoda.com
suasana dalam kapsul setelah pertempuran JAV 😅😛


  • Damainya Kuil
Di Jepang, sebagian masyarakatnya memeluk agama Shinto dan merupakan agama asli dari Jepang. Menurut penuturan seorang teman disana, dewa-dewa jumlahnya tidak terbatas dan senantiasa bertambah. Mereka biasanya berdoa di sebuah kuil yang dalam bahasa jepangnya adalah Jingu. Kebetulan diriku berkesempatan berkunjung ke Meiji Jingu yang letaknya di Shibuya. Karena pas hari minggu, banyak warga berbondong-bondong ke kuil, entah itu berdoa, membeli omomori (sejenis jimat) atau bahkan sekedar jalan-jalan menikmati segarnya pemandangan kuil. 

gerbang Meiji Jingu

Yosh,
Itu adalah beberapa hal yang masih terngiang-ngiang meong dari Jepang hingga saat ini. Sebenarnya masih banyak lagi sie, cuman nanti bisa-bisa blognya ada 2 part 😏
Semoga suatu saat nanti bisa kembali ke negeri sakura, tentunya dengan membawa bekal yang banyak, supaya bisa buat beli oleh-oleh.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.buat diri sendiri. 
bacaan menyegarkan jiwa dan raga 😀

That's my version about Japan, so what about you guys??


PS: semua gambar diatas adalah koleksi pribadi menggunakan Iphone 5s second condition (cicilan sudah lunas) yang patut untuk disebarkan ke publik 👍










Rikuoh (Review) : kerja keras ala Kohazeya

Sebagai salah satu penikmat dorama, alangkah cemerlangnya jika bahasan kali ini adalah salah satu serial terbaru dari negeri doraemon. Dorama ini baru saja menyelesaikan episodenya beberapa waktu yang lalu. Di Indonesia sendiri, Waku Waku Japan berkesempatan menayangkan serial ini setiap hari Minggu malam mulai jam 9 (lebih lambat 1 episode di Jepang).





Buat para ladies, salah satu alasan menonton serial ini pastinya adalah si Ikemen Kento Yamazaki (Daichi Miyazawa). Selain kento, ada juga si Ryoma Takeuchi (Mogi) yang menurutku mungkin bisa dijadikan patokan buat para gadis2 pecinta dorama.. hahaha
Jangan salah, kalo yang jadi patokan penulis adalah si gadis berusia 19 tahun, Mone Kamishiraishi. FYI, si Mone ini adalah pengisi suara dari salah satu karakter utama di Anime Kimi no na wa sebagai Mitsuha. Di Rikuoh, Mone berperan sebagai Akane yang merupakan adik dari Daichi dan dia  berperan tidak terlalu banyak di serial ini, hanya masuk di beberapa scene saja

Akane dan si kakak Daichi


Kisahnya sendiri bermula dari perjuangan sebuah perusahaan kecil Tabi (memiliki karyawan berjumlah kurang lebih 20 orang) bernama Kohazeya  yang dikelola oleh generasi ke-4 Koichi Miyazama yang diperankan oleh Koji Yakusho. Tabi sendiri adalah kaus kaki traditional jepang. Seiring berjalannya waktu, bisnis tabi semakin surut dan banyak perusahaan sejenis mengalami kebangkrutan dan tutup pabrik sehingga hanya ada beberapa yang bertahan. Demi menyelamatkan pabrik, Pak Koichi mencoba peruntungan dan keluar dari zona nyaman dengan membuat sepatu lari ala2 tabi setelah menyaksikan lomba marathon yang ternyata diikuti oleh beberapa pelari ikemen macam Mogi dan Kezuka.
Mogi mewakili Daiwa Foods dan Kezuka mewakili Asia Industry

Banyak rintangan yang menghadang demi terlaksananya bisnis baru ini, seperti adanya sedikit pertentangan dari salah satu staff senior (Genzo si Akunting) karena mungkin akan menghabiskan banyak uang, kesulitan mencari sol terbaik, macetnya peminjaman uang dari bank, dan lain2. Akan tetapi Pak Koichi dengan gigih dan pantang menyerah terus mencoba bisnis baru ini. Selain itu bapak yang satu ini juga harus menghadapi keruwetan dari sikap keras kepala anaknya yang diperankan secara jantan oleh Kento Yamazaki (berperan sebagai Daichi). Daichi sendiri juga menghadapi problem kesulitan mencari pekerjaan tetap.

Tak pelak, kerja keras dari semua staff terbayar dengan hadirnya sepatu lari pertama berbentuk tabi yang akhirnya diberi nama Rikuoh (semoga sepatu ini beneran dijual secara pasaran). Sepatu ini berbahan dasar sol dari sutra (Silkrei) yang dibuat dari mesin khusus ciptaan Liyama. Sangat ringan, kuat dan cocok dibuat untuk lari . 

sepatu lari Rikuoh. Bentuknya unik ala Tabi


Sedikit demi sedikit masalah sudah teratasi hingga akhirnya Kohazeya menghadapi persaingan 'kotor' dengan Atlantis sebagai perusahaan sepatu lari terbesar (R2). Problem lainnya adalah perusahaan tabi ini diambang kebangkrutan dimulai dari mesin pembuat sol (silkrei) hancur sehingga bahan utama yang tidak ada lalu si Mogi sendiri juga diambang kebimbangan apakah tetap memakai sepatu Rikuoh atau kembali ke R2, hingga datanglah perusahaan besar Felix yang mencoba untuk membeli Kohazeya beserta paten Silkrei. 

Apakah Pak Koichi mampu menyelematkan perusahaannya? atau malah sepatu Rikuoh sendiri merupakan awal dari kehancuran Kohazeya? 

Secara umum, drama ini memiliki cerita yang unik, mengharukan dan penuh dengan fase2 perjuangan hidup. Adegan demi adegan plus perpindahaan scene khususnya ketika lomba marathon dibuat sangatlah halus dan cukup mewakili rasa penasaran para penonton untuk melihat aksi selanjutnya. Peran dari masing-masing aktor/aktris sangatlah total, saya memberi kredit tersendiri buat Pak Koji Yakusho yang berperan sebagai Koichi Miyazwa, dimana beliau benar-benar menjiwai peran sebagai seorang direktur yang mau gak mau menyelematkan pabriknya dan memikirkan kehidupan anak lelakinya. 
Selain cerita dan para pemerannya, yang membuatku terpana dengan serial ini adalah salah satu music soundtracknya. Lagu berjudul Jupiter dibawakan secara manis dan halus oleh grup vokal Little Glee Monster. Penempatan lagu ini sangatlah pas di momen-momen tertentu.

So, buat kalian yang kangen dengan wajah tampan Kento Yamazaki, atau ingin mencari plot cerita yang unik dan berbeda, Rikuoh adalah jawabannya. Drama adaptasi dari novel Jun Ikeido patutlah diperhitungkan sebagai salah satu yang terbaik di akhir 2017. 

Daichi dan Koichi. Dua generasi Kohazeya

Oya, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Rikuoh ini, dimana kerja keras, optimisme dan pantang menyerah justru akan membuahkan hasil yang maksimal di kemudian hari. No matter what rintangan yang kalian hadapi, just moving forward seperti yang sudah digambarkan oleh Pak Koichi di drama ini. GANBATTE 👏


PS : semua gambar tertera diatas adalah bersumber dari beberapa website di google serta website milik Kento Yamazaki.

Monday, January 1, 2018

Uncharted - The Lost Legacy (review) : Singkat, Padat, Seru

Uncharted : warisan terakhir

Pembahasan short review game ini mungkin bisa dibilang lumayan "basi" buat kalian2 yang sudah memainkannya dari tahun lalu. Tapi informasi ini  bisa ditujukan buat para gamers yang belum sempat mencicipi salah satu 'masterpiece' dari Naughty Dog 😏😏


Sebagai salah satu seri terbaru dari 'fourlogy' (alahh kalimat apaan nie..wkwkw) Uncharted, kali ini Naughty Dog mencoba untuk meramu kekuatan dua wanita jagoan dari serial ini, yup mereka adalah Chloe Frazer and Nadine Ross.
Kisahnya sendiri mengambil sebuah cerita kuno dari India, dimana terdapat sebuah peradaban besar bernama Hoysala Empire yang ternyata menyimpan sebuah Tusk / Gading dari Dewa Ganesha. Gading tersebut konon menurut cerita kembali didapat melalui sebuah pertempuran antara Parashurama dan Ganesha. Nadine bekerja sama dengan Chloe untuk mencari gading yang hilang.

FYI, ada sebuah legenda yang menyatakan bahwa Parashurama berniat menemui Shiva, akan tetapi jalannya dihadang oleh Ganesha. Parashurama melemparkan kapaknya ke arah Ganesha, seketika Ganesha tahu bahwa kapak tersebut adalah pemberian Shiva (ayahnya) maka dia membiarkan salah satu taringnya patah terkena kapak tersebut. Nah gading inilah yang ternyata dicari juga oleh kawanan pemberontak Asav.

pertarungan Parashurama dan Ganesha yang melegenda


Tusk of Ganesh

Perebutan Gading juga diramaikan oleh salah satu tokoh Uncharted 4 yang cukup familiar which is Samuel Drake. Peran dari Samuel bisa kalian lihat di akhir2 game ini, apakah dia berada di bagian kolonel Asav atau malah merupakan partner dari kedua wanita tangguh tersebut.


Seperti biasa, untuk urusan graphis, action, detail visual, pergerakan NPC menjadi makanan empuk dan renyah dari team Naughty Dog. Seakan2 kita dibawa kembali berpetualang seperti di game sebelumnya (Uncharted 4). Yang menarik tentu adalah keberanian mengangkat sebuah kisah peradaban Hindu (pertarungan Ganesha dan Parashurama) untuk dijadikan timeline dari game besar ini. Saya sebagai orang Hindu sangatlah BANGGA cerita ini diangkat ke sebuah game. Thanks Naughty Dog team 👍👌
Selama permainan, kita tentu dibuat tergelitik untuk 'istirahat sejenak' menikmati semua panorama India. Sekali lagi, keseriusan Naughty Dog dalam meramu visual di seri ini sangatlah diacungi sepuluh jempol 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Chloe di sebuah moment 
Gak hanya disuguhkan action, detail graphis dan keindahan pemandangan India, kita juga diajak sedikit bermain puzzle ala2 Uncharted, meski porsinya tidak sebanyak dengan seri sebelumnya. Untuk yang terbiasa dengan situasi ini, mungkin bisa dibilang akan lebih cepat menyelesaikannya.

salah satu puzzle mencocokkan gambar
dari sisi kelemahan, bisa dibilang game ini terbilang singkat. Rata2 player bisa menamatkan kurang lebih 6 -7 jam (termasuk si penulis). Bisa dibilang, Naughty Dog sengaja tidak terlalu memforsir semua tenaga di Lost Legacy dan lebih memilih untuk mensupport ke seri The Last of Us II yang rencana rilisnya masih belum ada konfirmasi. Selain itu juga semua unsur elemen Uncharted 4 terlihat sama di seri ini. 
So, apakah Lost Legacy wajib dimainkan? apakah tidak basi jika dibeli sekarang? 
Jawabannya adalah....
Samuel : gak usah banyak bacot, beli game ini (sambil ngerokok)

PS : semua gambar bersumber dari screenshot game PS4 yang sudah dimainkan. PS4 nya slim bukan pro 😅. Kenapa gak pro? karena belum ada duit 😀. Kanggoin yang ada.


Sunday, December 31, 2017

First Attempt, New Journey

Halo Halo,

salam sejahtera buat semuanya,

ini adalah blog account kedua diriku. Sebelumnya ada di https://issacnewton.wordpress.com/, yang mau liat2 history diriku bisa mampir kesana yaaa...

First Attempt means langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman
New Journey means perjalanan baru demi hasil yang maksimal

Yup, semoga menjadi lebih rajin nge-blog dengan info, cerita dan tema yang baru2.


when I was in Japan

ps: gambar hanya pemanis buatan yang menyegarkan mata 😛

Daily Blog : short journey in Taipei

Taiwan.. Pertama kali yang terdengar ketika mendengar kata sebuah negara 'Taiwan' adalah sebuah grup idol ternama F4 dan Meteor G...